Selasa, 04 Oktober 2016

Berwisata ke Danau RANU KUMBOLO

Danau di ketinggian 2.400 MDPL


AGEN SABUNG AYAM TERBESAR - Satu-persatu dari kami keluar dari persembunyian, menyingkirkan hangatnya sleeping bag dan tenda, berusaha untuk melawan dingin yang mencucuk hingga ke tulang sumsum demi sebuah moment bernama “Sunrise”.
Detik-demi detik berlalu, namun yang di tunggu tak menampakan diri juga. Terlambat kah Sang Surya bangun hari ini? Apakah ia masih meringkuk di balik selimut hangatnya?  Tentu tidak saudara-saudara. Matahari tak pernah mengingkari kodratnya untuk menyinari seluruh alam raya setiap harinya, bumi pun masih setia berputar pada porosnya selama 24 jam sehari.
Semua hanya tentang persfektif, sudut pandang kita, di tempat lain mungkin saja mereka sudah merasakan hangatnya sinar matahari pagi ini. Kabut tebal masih menyelimuti alam sekitar, jarak pandang masih terbatas. Kami masih belum bisa menyaksikan salah satu danau dengan pemandangan terindah ini.
Mungkin belum keberuntungan kami untuk bisa menyaksikan matahari terbit di Danau Ranu Kombolo yang terkenal akan keindahannya itu, kami masih sabar menunggu, menunggu angin meniupkan halimun yang mengaburkan padangan akan mahakarya sang Khalik.
Tadi malam, sebelum tiba di danau ini, kami hampir saja tersesat karna tebalnya kabut. Beberapa orang harus berpencar untuk menemukan jalur selanjutnya untuk menuju ke sisi lain danau ini. Hingga kawan yang sudah pernah ke sini menemukan jalan setapak yang harus kita lalui, saya hanya mengikuti yang di depan sambil sesekali berteriak kepada rombongan yang di belakang agar tidak terpisah jauh.

Akhirnya tulisan “Selamat Datang di Danau Ranu Kumbolo” di papan yang sudah lapuk menyambut kedatangan kami, danaunya masih belum kelihatan karena tertutup oleh kabut tebal. Kamipun segera mencari lokasi yang cocok untuk berristirahat, walau sudah sampai di tujuan kita untuk hari ini namun bukan berarti kita langsung bisa beristirahat. Kami bagi tugas, yang cowok mendirikan tenda sedangkan yang cewek memasak untuk santapan malam kita.


Perlahan-lahan kabut mulai berkurang, perlahan-lahan keindahan danau seluas 8 hektar di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini mulai terlihat,  matahari sudah tinggi. Pantulan matahari pagi membuat riak-riak air yang tertiup angin tampak seperti keemasan, kabut yang masih tersisa membuat nuansa mistis namun memabukan.
Air danau yang terlihat biru berbalut dengan padang sabana yang menguning dan pepohonan yang menghijau membuat mata tak henti-hentinya memandang ke segala penjuru, akhirnya diberi kesempatan juga untuk menikmati indahnya danau yang berarti “Ranu” dalam bahasa setempat ini.



Wisata Labirin di DAHAU TAHAI'I

Sensasi labirin pepohonan menuju Dahau Tahai i


AGEN BOLA TERPERCAYA - Kali ini saya mau memperkenalkan sebuah destinasi yang nampaknya masih belum banyak di ketahui di Kota Palangkaraya. Yaitu sebuah danua kecil dengan air yang berwarna kemerahan seperti teh.

Namanya Dahau Tahai’i, namun jangan salah, danau ini berbeda dengan Danau Tahai yang berada di wilayah Nyaru Menteng. Danau yang saya maksud ini berada tak jauh dari Desa Sei Gohong. Untuk menuju danau ini masih belum ada jalan darat, kita harus menggunakan kelotok alias perahu mesin kecil.

Namun di sinilah keunikannya, sebelum sampai ke danau, kita akan melewati sungai-sungai kecil yang masih dikelilingi oleh pohon yang masih asri. Terkadang kita harus merunduk karena ranting pohon yang tak jauh dari kepala kita. Untuk lebih menyatu dengan alam, kita bisa mematikan mesin kelotok dan mendayung. Hanya suara alam yang terdengar dan ciauan burung yang akan menemani perjalanan di sini, benar-benar kembali ke alam. 

Dan yang membuat saya merasa surprise, waktu kedua kalinya ke tempat ini di pagi hari, ada beberapa kelompok Bekantan atau yang sering disebut moyet belanda karena hidungnya yang mancung. Begitu mendengar suara manusia, mereka langsung berhamburan untuk bersembunyi diantara pepohonan. Ya, binatang ini sebenarnya memang pemalu dan tertu saja mereka masih sangat liar.

Sesampainya di Danau Tahai’I yang tidak terlalu besar, sayapun tak sabar untuk segera menceburkan diri di segarnya air yang berwarna kemerahan, sungguh segar. Sebenarnya tempat ini terlalu kecil untuk disebut sebagai danau karena hanya tidak terlalu luas, namun kalau disebut sungai juga terasa kurang pas.



Wilayah kota Palangkaraya hampir semuanya merupakan daerah rawa gambut yang berair, apabila dikeringkan maka akan menjadi padang pasir. Akar pepohonan yang telah menyesuaikan diri membuat warna air manjadi berwarna kemerahan, di bagian air yang dalam akan terlihat seperti berwarna hitam sehingga ada juga yang menyebut air di wilayah Palangkaraya berwarna hitam.

Tanah lapang yang membentuk seperti pantai membuat danau ini saya sebut sebagai tempat untuk camping yang paling pas, hamparan pasir yang dulunya digunakan sebagai ladang dan kabun karet yang gagal sungguh cocok untuk mendirikan tenda.

Aktifitas yang utama bisa dilakukan di sini adalah berenang dan mandi, kalau mau berjemur juga boleh, namun matahari di Palangkaraya lumayan menyengat kulit, selain itu mendayung diantara labirin pepohonan juga mengasyikan. Namun diharapkan untuk ditemani dengan orang yang sudah mengenal tempat ini karena jalur yang tampak membingungkan dan terlihat sama.

Berwisata ke kepulauan Derawan Kalimantan Timur

Panduang Lengkap Berwisata ke Kepulauan Derawan 


Udah pada tau Derawan kan?
AGEN BOLA TERBESAR - Oke kalau masih belum saya jelaskan sedikit tentang Derawan, biasanya yang suka jalan-jalan apalagi yang suka pantai dan laut pasti suka di ajak “Yuk ke Pulau Derawan”. Tapi di sini saya lebih suka menyebutnya dengan Kepulauan Derawan.
Yup, pesona keindahan lautnya bukan cuma dimiliki oleh Pulau Derawan, tapi juga pulau-pulau di sekitarnya, wisatawan yang ke sini pasti juga mengunjungi pulau tetangganya seperti Pulau Kakaban, Sangalaki dan Maratua.
Keindahan pantai dan bawah lautnya sulit deh diungkapkan dengan kata-kata, datang saja ke sini untuk mengetahuinya. Oh ya Kepulauan Derawan berada di Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Berau.
Bagaimana menuju Kepulauan Derawan?
Ada banyak cara untu menuju kepulauan Derawan. Semua akan kita bahas dari cara yang paling murah, yaitu:
Via Darat:
Bagi yang sudah berada di Kalimantan bisa dengan jalan darat yang sudah tersambung walaupun di beberapa tempat jalannya masih rusak.
Rutenya: Palangkaraya –> Banjarmasin -> Balikpapan -> Samarinda -> Tanjung Redeb -> Tanjung Batu -> Pulau Derawan.
Rincian Biaya:
Banjarmasin-Samarinda (Bus) = Rp. 120.000-150.000
Samarinda – Tanjung Redeb (Travel semacam mobil Avanza)= Rp. 275.000-300.000
Tanjung Redeb – Tanjung Batu (Travel semacam mobil Avanza) = Rp. 100.000
Tanjung Batu – Pulau Derawan (Speedboat) = Rp. 100.000
Via Udara:
Untuk via udara dari kota asal ada banyak penerbangan menuju Balikpapan, kemudian dari Balikpapan bisa melalui dua cara, yaitu lewat Berau atau lewat Tarakan. Kedua cara ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing masing. Yang lewat Tarakan kelebihannya adalah lebih murah dan lebih banyak pilihan penerbangannya dari pada melalui Berau.
Namun yang dari tarakan lebih jauh jalur lautnya untuk menuju Pulau Derawan dan tidak ada speedboat reguler atau untuk umum, sehingga harus menyewa sendiri. Lewat Tarakan lebih mudah bagi yang berangkat secara rombongan.
Sedangkan dari Berau lebih mudah bagi yang sendiri karena ada banyak mobil travel umum menuju Tanjung Batu dan Speedboat umum menuju Pulau Derawan.
Maskapai yang melayani penerbangan Balikpapan ke Berau dan Balikpapan: Sriwijya Air, Wings Air, Kalstar, Garuda Indonesia. Untuk harga bervariasi tergantung musim dan maskapai, silahkan cek di masing-masing web untuk membandingkan harga.

Tinggal dimana disana?
Ada banyak tempat pilihan untuk menginap di Kepulauan Derawan, dari tingkat penginapan, homestay sampai Resort semua tersedia, tegantung budget anda yang tersedia.
Tempat yang paling lengkap ada di Pulau Derawan, yang paling murah adalah Penginapan Ilham (Rp. 100.000), untuk Homestay di Rumah penduduk sekitar Rp. 250.000. Di atas itu ada cottage yang di bangun di atas laut (Sekitar Rp. 300.000) serta Resort dengan harga di atas lima Ratus Ribu Rupiah hingga jutaan.
Alternatif lain untuk tinggal adalah di Pulau Maratua, di sini juga bisa menginap di homestay penduduk, tapi tarifnya lebih mahal sedikit daripada di Pulau Derawan. Yang punya uang lebih juga bisa mencoba menginap di Maratua Paradise Resort yang terkenal, tarinya permalam dari Rp. 990.000,- per orang per malam untuk Water Villa, dan Rp. 660.000,- per orang per malam untuk Beach Villa.
Dua pulau lain yaitu Pulau Nabucco dan Sangalaki cuma ada satu buah resort yang bayarnya pakai dolar. 

Di Kepulauan Derawan ngapain aja?
Atraksi utama di Kepulaun Derawan tentu saja yang berkaitan dengan wisata air dan bawah laut. Ada beberapa pulau yang bisa di kunjungi di Kepulaun Derawan, yaitu Pulau MaratuaKakaban,Sangalaki, Nabucco, Bakungan dan Pulau Derawan itu sendiri.
Aktifitas yang biasa dilakukan adalah berjemur di pantai, berenang, snorkeling, diving, serta melihat penyu.
Ada banyak tempat penyewaan alat snorkeling di Pulau Derawan dengan tarif sekitar dan Rp. 50.000 per hari. Sedangkan bagi para diver juga tersedia beberapa Dive Centre dengan alatnya yang lengkap.

Berkeliling di Kepulauan Derawan
Untuk berkeliling di Pulau Derawan bisa bejalan kaki karena pulaunya yang tidak terlalu besar. Sedangkan untuk ke pulau-pulau lainnya karena tidak ada kapal regular jadi harus menyewa sendiri.
Ada beberapa pilihan speedboat yang bisa digunakan untuk berkeliling sesuai, harga tergantung besar dan kapasitas penumpang.
Untuk speedboat dengan kapasitas 3 sampai 4 orang untuk satu hari Rp. 1.900.000 sampai Rp. 2.500.000 untuk satu hari. Speedboat dengan kapasitas 6 orang hingga 12 orang lebih mahal lagi. 

Minggu, 02 Oktober 2016

di Babakan Siliwangi ada hutan kota

Tempat Ngadem di Babakan Siliwangi



AGEN SABUNG AYAM TERPERCAYA -  Mungkin tidak banyak yang tahu, kalau Bandung punya hutan kota. Berada di Babakan Siliwangi, ada hutan kota yang hijau dan segar.
Ketika pertama kali hutan kota boleh dikunjungi, saya diceritakan oleh Abah saya. Letaknya di Babakan Siliwangi, kira-kira luasnya 3,8 ha. Lokasinya di tengah kota, malah di Lingkar Siliwangi yang sering dilewati kendaraan.

Memang tidak nampak dari depan kalau di Babakan Siliwangi terdapat hutan kotanya Bandung. Malah hutan kota ini diresmikan sebagai hutan kota dunia pertama di Indonesia (27 September 2011).

Kondisi awalnya sangat baik-baik saja, berbeda apabila Anda kunjungi sekarang ini. Beberapa papan kayu patah, besi hijau penuh coretan, dan kerusakan lainnya.

Sering saya mengunjungi tetiba keadaannya membaik lagi, seperti baru saja dilakukan pengecatan ulang dan diperbaiki beberapa kerusakannya. Sayang sekali, padahal saya suka ngadem di sini. Biasanya pagi-pagi masih sepi, beranjak siang beberapa anak sekolahan nongkrong di sini.

Suasananya masih rindang pohon, dekat dengan SABUGA dan mural sepanjang jalan seberangnya. Biasanya kalau saya mengajak teman ke sini, mereka tidak tahu tempatnya.

Heran, padahal di pinggir jalan raya pas tapi banyak yang tidak menyadarinya. Di depannya memang tidak ada plang nama yang menjelaskan di sini ada hutan kota sih.

Samar-samar terdengar kicauan burung dan suara alam lainnya. Terlihat juga biru warna kolam renang di SABUGA. Kalau sudah agak siang, mulai ramai, biasanya saya memilih beranjak saja. Sudah cukup menghirup kesegarannya. Besok-besok masih bisa ke sini lagi.

Saya pernah baca di papan yang ada di Hutan Kota (dulu, namun tidak lama papan itu raib), tertulis bahwa di Babakan Siliwangi itu terdapat 48 jenis pohon dan 24 jenis burung, yang enam di antaranya dilindungi Undang-Undang.

Oh iya, PBB juga mengakui Hutan Kota ini sebagai satu-satunya hutan kota yang ada saat ini. Tentu saja karena hutan kota ini berperan memasok oksigen bagi masyarakat Bandung.
Lahan seluas 3,8 ha ini adalah area resapan air yang sanggup memasok oksigen untuk 15 ribu jiwa dalam sehari.


Lodge Maribaya yang lagi ngetrend di Lembang Bandung Barat

Lodge Maribaya yang lagi ngetrend untuk tempat berwisata


AGEN SABUNG AYAM TERBESAR - The Lodge Maribaya yang terletak di Jalan Maribaya Kampung Cibodas, Lembang, Bandung Barat sedang menjadi primadona wisata baru lho. Bagaimana tidak, panorama penunungan yang disajikan tiada bedanya dengan panorama di luar negeri. Gugusan pohon pinus dan hijaunya pemandangan disana memanjakan pengunjung dengan udara segar dan memanjakan mata bagi masyarakat yang ingin melepas penat dari kesibukan yang ada.

Indonesia kaya akan pesona alam yang indah seolah tiada habisnya menyajikan gugusan panorama alam yang menyejukkan mata. Bandung yang menjadi salah satu didalamnya memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Lokasi wisata di kawasan Bandung seolah tiada habisnya untuk dikunjungi, apalagi banyak pula tempat wisata baru yang membuat banyak orang penasaran akan keindahan dan keunikan wisata tersebut.

Dengan tiket masuk seharga 25000 rupiah pengunjung bisa berjalan jalan di kawasan hijau yang sejuk ini. Sesuai dengan namanya, The Lodge Maribaya juga menyediakan penginapan dengan tema Glamping seperti labu yang menarik. Fasilitas lengkap juga ada didalamnya, seperti televisi, tempat tidur yang nyaman dll. Harga yang ditwarkan juga sesuai dengan fasilitas yang didapatkan yaitu 550000 per pengunjung setiap malamnya.

Selain penginapan The Lodge Maribaya, juga menyediakan beberapa spot foto yang menjadi favorite setiap pengunjung. Ada Sky Tree yang mirip dengan Sky Tree di Kalibiru. Untuk dapat berfoto ria diatas Sky Tree pengunjung dikenakan biaya tambahan 10000 per orang.

Ada juga ayunan yang berbeda dengan ayunan pada umumnya lho. Traveler akan merasakan sensasi naik ayunan diatas angin. Untuk dapat menikmati ayunan ini pengunjung juga dikenakan biaya tambahan sebesar 20000 rupiah per orang.

Adalagi yang membuat pengunjung merasa tertantang untuk datang ke The Lodge Maribaya yaitu untuk menaiki sepeda diatas seutas tali diatas awan. Traveler akan merasakan bagaimana sensasinya menaiki sepeda yang tidak menginjak tanah seperti di sirkus luar negeri. Tapi traveler juga tidak perlu khawatir karena alat yang fasilitas tersebut didampingi oleh petugas yang berpengalaman dan alat pengaman yang memadai.

Selain spot foto yang menarik, The Lodge Maribaya juga menyediakan resort yang menyediakan makanan maupun minuman khas Bandung yang enak tentunya. The Lodge Maribaya juga cocok digunakan untuk private party maupun acara gathering yang akan dilakukan oleh rombongan traveler 



Yuk jalan-jalan Ke Wae Rebo Nusa tenggara Timur

Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur


AGEN BOLA TERPERCAYA - Saat hawa dingin pagi menyergap tubuh, para Ibu-ibu Wae Rebo menyajikan minuman spesial berupa kopi yang dibuat secara tradisional oleh penduduk setempat. Kopi Manggarai, demikianlah orang sering menyebut. Kopi hasil perkebunan masyarakat itu biasa disajikan dengan umbi sebagai pelengkap. Selain jenis  Robusta dan Arabica, 

Manggarai juga memiliki kopi luwak asli, sisa-sisa konsumsi luwak hutan. Anda bisa membeli secara langsung dari masyarakat. Harganya tidak terlalu mahal, jika dibandingkan dengan usaha keras masyarakat untuk memperoleh biji kopi luak dari hutan. Cukup merogoh kantong sebesar Rp100 ribu untuk satu bungkus dengan bobot sekitar 500 gram. Selain kopi,  bisa juga membeli hasil kerajinan tangan seperti kain tenun hasil rajutan wanita Wae Rebo.

AKSES

  • Wae Rebo dapat di tempuh dengan perjalanan udara dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo, yang merupakan Kota Kabupaten Manggarai Barat.
  • Selanjutnya kita harus menempuh perjalanan darat selama 4 jam menuju Kota Ruteng, sebuah kota kecil di Kabupaten Manggarai Tengah. Selama perjalanan kita dapat menikmati sawah yang berbentuk sarang laba-laba di Lembor atau Cancar.
  • Di Kota Ruteng biasanya tamu menginap terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke titik terdekat jangkauan kendaraan sebelum Wae Rebo.
  • Pagi hari perjalanan dapat dilanjutkan menuju Desa Denge yang merupakan desa terakhir sebelum trakking selama empat jam menuju Wae Rebo. Antara Kota Ruteng dan Denge bisa ditempuh selama 3 hingga 4 jam.
  • Trakking selama empat jam tentunya tidak akan terasa, karena sepanjang perjalanan menuju Wae Rebo kita akan di sambut aneka kicau burung. Hutan yang masih lebat akan membuat lupa akan medan berat yang kita tempuh. Rute Trekking berhadapan langsung dengan Samudera, sehingga sepanjang perjalanan terhampar indahnya biru lautan.
  • Alternatif akses lain yang bisa dilakukan untuk menyingkat waktu dan biaya perjalanan menuju ke Wae Rebo bisa langsung dari Labuan Bajo. Berangkat pagi hari, tanpa melewati Kota Ruteng dengan menyewa mobil yang harganya bervariasi, mulai dari Rp700 ribu hingga Rp1 juta per hari, tergantung jenis mobil dan kesepakatan dengan driver. Harga tersebut sudah termasuk bahan bakar dan biaya pengemudi. Tentu harga tersebut akan lebih ringan jika datang bersama rombongan.
  • Ketika akan treking menuju Wae Rebo, bisa menyewa porter merangkap guide dari desa Denge. Biasanya biaya per hari antara Rp150 ribu samai Rp200 ribu, tergantung beban barang bawaan

TIPS

  1. Sebaiknya sebelum trekking ke Wae Rebo, bertemu dulu dengan Bapak Rofinus di Desa Denge. Dia akan memberikan banyak masukan sebelum kita melanjutkan aktivitas.
  2. Gunakanlah porter karena akan mempermudah kita membawa barang bawaan, sekaligus menjadi penunjuk jalan.
  3. Jika sampai di kampung Denge terlalu sore, sebaiknya menginap di homestay yang telah di sediakan oleh Bapak Rofinus.
  4. Persiapkanlah fisik sebaik mungkin karena treking membutuhkan waktu sekitar 4 jam dan akan banyak menguras tenaga.
  5. Bawa bekal yang cukup, antara lain makanan ringan (cokelat,gula jawa,dll) serta minuman .
  6. Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi.
  7. Ketika di Wae Rebo Anda bisa berinteraksi dengan warga setempat dan memasuki rumah-rumah lain, terutama saat pagi hari sebelum mereka berakvitas.
  8. Carilah Bapak Blasius Monta jika ingin mengetahui lebih dalam filosofi dan sejarah pariwisata di Wae Rebo.
  9. Hidupkan alarm di telepon genggam, rugi jika tidak melihat bintang pada tengah malam.
  10. Sebaiknya membawa sleeping bag, karena udara cukup dingin di Wae Rebo.
  11. Bawalah kantong plastik untuk menampung sampah Anda.

INFO PENTING

Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Tengah
Jl Motang Rua No 1 Ruteng,   Flores, NTT

Telp:  0385 – 21194 atau 0385 – 22312

HOTEL DI KOTA RUTENG

NoNama HotelNo telephoneLokasi
1Bintang Flores Hotel+62 385 42000JL. Pantai Pede
Ruteng,
2Sinda Hotel+62 385 21197JL Kom L Yos Sudarso No. 26
Langke Rembong
3Ranaka Hotel+62 385 21353JL. Kom L Yos Sudarso, No. 2
Mbaumuku, Langke
4.Rima Hotel+62 385 22196JL Jend A Yani, No. 14
Tenda, Langke Rembong, Ruteng,

Wisata Pulau Bangka

Jelajah Pulau Bangka yang fantastic


AGEN BOLA TERBESAR - banyak tempat yang bisa dikunjungi di ‘Pulau Timah’. Senja indah, wisata kuliner, dan akulturasi budaya yang melahirkan indahnya toleransi. Di Pulau itu masih bisa dijumpai masyarakat yang memertahankan konsep tradisional. Cobalah tengok pawai obor menjelang Ramadan, suasana di Kampung Gedong, perayaan Ceng Beng, hingga ritual rebut yang dilakukan masyarakat Tionghoa.

Jika ingin menelusuri seluruh Pulau Bangka,paling tidak butuh waktu satu minggu. Itu pun dengan jadwal padat. Pulau Bangka sangat luas, sekitar 11.693.54 km persegi dan terbagi dalam empat kapupaten dan satu Kotamadya.
Kabupaten Bangka dengan ibu kota kabupaten Sungailiat, Bangka Barat (Mentok), BangkaTengah (Koba), Bangka Selatan (Toboal) dan Kotamadya Pangkalpinang yang juga menjadi Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung.
Pada satu kesempatan, Destinasi Indonesia menjelajahi Kabupaten Bangka, khususnya Sungailiat dan Kecamatan Belinyu. Sayang waktu tidak memungkinkan untuk mendatangi tempat pengasingan presiden pertama Indonesia Bung Karno di kawasan Mentok, Bangka Barat.
Di satu kabupaten itu, semburat senja menjadi pemandangan indah. Juga keragaman, akulturasi budaya dan toleransi antaragama dan suku yang diperlihatkan. Semua berjalan harmoni, menawarkan keteduhan. Satu lagi yang menonjol dan tak boleh dilewatkan adalah petualangan kuliner, mulai dari makanan halal hingga nonhalal.

Dari segi even, Pulau Bangka memiliki Sungailiat Triathlon berskala internasional. Ajang sport tourismyang sudah dimulai sejak 2010 itu, tahun lalu menunjukan hasil nyata. Sekitar 10 ribu wisatawan dari dalam dan luar negeri membanjiri Sungailiat. Jumlah itu sesungguhnya menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Teddy Sudarsono dan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Indrata Yusaka, masih bisa bertambah. “Tapi kami membatasi kuota karena terkait penginapan dan pendukung lain. Tahun depan kami akan lebih siap lagi,” ungkap Indrata.
Info Umum Wisata Pulau Bangka
Dalam sehari ada 18 penerbangan dari Jakarta ke Bandara Depati Amir dengan maskapai Garuda, Citilink, Lion Air, Sriwijaya, dan Nam Air. Lama penerbangan sekitar 1 jam.
Jadwal Penerbangan Garuda Indonesia:
Rute:
Jakarta – Pangkalpinang 10.05 dan 15.05 DailyPangkalpinang – Jakarta 12.10 dan 17.30 DailyPalembang – Pangkalpinang 11.35 DailyPangkalpinang – Palembang 15.35 DailyPangkalpinang – Tanjungpandan 12.55 DailyTanjungpandan – Pangkalpinang 14.15 Daily

Beberapa tips:
  • Dari Bandara menuju pusat kota Sungailiat butuh waktu sekitar 40 menit.
  • Untuk memudahkan transportasi di Pulau Bangka sebaiknya menyewa mobil. Satu hari bisa menyewa Rp500.000 termasuk pengemudi dan bahan bakar.
  • Ada baiknya membawa uang tunai karena ATM agak sulit ditemui, kecuali di kota.
  • Sebaiknya berkunjung di musim panas (kemarau), sehingga lebih memungkinkan menjelajah PulauBangka tanpa diganggu hujan.
  • Sambungan telepon agak terhambat, terutama di luar pusat kota. Cek ketersediaan wifi , jika Andatermasuk yang membutuhkan jaringan internet lancar.
  • Lakukan rencana perjalanan jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga tiket pesawat murah.
  • Bawa kamera, mengingat banyak spot cantik.
  • Siapkan baterai cadangan.
  • Bagi penyuka snorkeling dan diving bawa serta perlengkapan renang mulai dari baju, goggle, serta fin.Namun Anda bisa menyewa dengan harga Rp 35.000 untuk snorkeling.
  • Jangan lupa bawa sunblock dan kacamata hitam.
  • Bawalah obat-obatan dan P3K pribadi untuk berjaga-jaga.
  • Sebaiknya ikut grup dengan pemandu wisata agar perjalanan lebih efektif, terjangkau, dan dapat mengetahui beragam hal lebih detail.
  • Gunakan pakaian menyerap keringat dan kenakan sepatu yang nyaman untuk penjelajahan.